Selasa, 05 Oktober 2010

Little Asia

KONSEP MENU BARU: Little Asia hadir mengusung konsep hidangan baru, yakni modifikasi hidangan antara Chinese maupun Thailand, dan kuliner ala Barat.

MASAKAN Chinese memang tidak pernah ada matinya.Apalagi jika dikombinasikan dengan cita rasa ala Barat,terciptalah menu fusionyang belum pernah ada sebelumnya.Penasaran bukan?

Buktikan saja di Little Asia. Bertempat di Pejaten Village lantai 1 No.108, Little Asia merupakan pemain baru di dunia kuliner.Restoran ini baru beroperasi belum lagi genap sebulan. Makanan yang diusungnya adalah jenis masakan Chinese. Namun, jangan mengira masakan yang ditawarkan sama dengan restoran kebanyakan.Menyadari kompetisi dunia usaha cukup kuat, Little Asia berupaya muncul dengan konsep hidangan baru. Konsepnya yakni modifikasi hidangan antara Chinese maupun Thailand dengan kuliner ala Barat. Hasilnya sebuah hidangan fusion yang sulit untuk ditolak. Misalnya saja tahu goreng gandum.

Biasanya tahu yang khas disajikan di restoran Chinese adalah tahu dengan bumbu saus.“Agar berbeda, kami menawarkan tahu goreng dengan gandum karena pakai gandum aromanya seperti roti,” beber Operational Manager Little Asia, Bowo. Tahu ini merupakan salah satu menu yang direkomendasikan.Melimpah dengan gandum dan harum dengan daun kari serta cabai rawit, aroma wangi inilah yang menimbulkan selera makan.Tahunya padat dan gurih, ditambah lagi dengan gandum yang membuatnya makin krenyes. Selain tahu goreng gandum, ada pula tahu goreng cabai garam, sapo tahu seafood, angsio tahu, dan mapotahu.

“Tapi yang paling diminati adalah tahu goreng gandum,” sebut Suparyadi, Store Manager Little Asia. Menu brokoli udang saus pedas juga lezat. Brokolinya masih segar dan warnanya tidak berubah karena hanya di-saute. Jadi, ketika igigit,terasa masih renyah. Begitu pula dengan udangnya yang hanya digoreng setengah matang. Warnanya pun masih putih pucat, bukannya merah. Nah, udang ini disiram dengan saus bangkok yang berasa asam, manis, dan agak pedas. Hmm…dahsyat! Rasanya belum mau berhenti hingga udang dan brokoli yang tersedia di piring habis berikut sausnya. Menu kalian cah sapi juga tak kalah terkenalnya di restoran ini.

Daging sapi yang sudah diiris memanjang bertekstur lembut disiram dengan minyak atau saus manis dan kental dari air kaldu. Menurut Bowo,Little Asia khususnya ditujukan bagi keluarga. Menu yang disajikan berupa prasmanan dan tidak tersedia paket. Karena untuk keluarga,porsi yang diberikan cukup banyak.“Namun, ke depan kami berencana menghadirkan menu kombinasi nasi dengan lauk sehingga bisa lebih praktis,” kata Bowo. Di Little Asia, Anda bisa mencicipi beragam menu. Untuk sup misalnya, ada sup tom yum, asam pedas, dan kepiting asparagus. Selain itu, ada aneka bubur, seafood, fresh water fish,ragam olahan ayam dan daging sapi, hot plate, sayuran, dan aneka mi. Minuman juga tersedia aneka macam.

Mau yang unik, cobalah green valley alias jus sawi.Tenang, sawinya tidak akan terasa sedikit pun, malah yang ada hanya rasa asam dan manis.Ini karena minuman tersebut ditambahkan nanas, lime, dan simple syrup.Terong belanda juga kudu dicoba, minuman ini sehat apalagi tidak ditambahkan pemanis.Selain itu,jus kedondong juga ada di sini. Meski baru beroperasi,pemilik Little Asia sebenarnya telah lebih dahulu membuka restoran lain di beberapa tempat. Restoran yang juga menawarkan aneka caketersebut pun terbilang sukses. Makanya, sang pemilik optimistis Little Asia akan menuai kesuksesan yang sama.

Dalam waktu dekat, Little Asia berencana membuka cabangnya di Gandaria City dan Margo City. Untuk memuaskan pelanggan, restoran ini akan memunculkan menu baru setiap tiga bulan sekali. (sri noviarni)
Sumber: OpenRice.com

Lihat Juga:
Restaurant
Cafe

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar