Senin, 28 Juni 2010

kesejahteraan untuk petani

Apa yang terjadi jika sumber makanan kita terus digunakan tanpa di perbaharui? Krisis pangan. Yah ini yang sangat ditakutkan oleh warga dunia karena semua manusia butuh makan dan sangat tergantung dengan makanan pokoknya. Mungkin bisa saja manusia mencari makanan lain tapi akan banyak penyakit yang berdatangan seperti busung lapar yang sudah pernah di rasakan oleh orang -orang Indonesia.
Sumber makanan pokok kita sebagai warga indonesia ialah beras yang ditanam oleh petani-petani di desa-desa pernah tidak kita berfikir apa yang terjadi jika semua petani di Indonesia mogok masal? Kita bisa saja import beras tapi apakah jaminan negara pengimpor mau terus-terusan memberikan hasil pertaniannya kepada kita walaupun ditukar dengan uang. Disitulah akan terasa betapa uang tak bisa dimakan.
Melihat pertumbuhan ekonomi kita yang sangat cepat dan tidak merata akan sangat mungkin pertanian kita akan berkurang sedikit demi sedikit dan mungkin cendrung menghilang melihat banyaknya anak petani yang lebih memilih bekerja di kota di banding meneruskan bertani di desa. Jadi siapa generasi yang meneruskan para petani?.
Teknologi pun semakin maju tapi apa ada jaminan jika kesejahteraan para petani justru menurun tidak seimbang dengan majunya teknologi dan menjadi sangat tidak terpakai.
Para petani yang cerdas putar otak untuk tetap survive mencari peluang bekerjasama dengan restoran-restaurant atau cafe yang berani menjamin harga untuk kesejahteraan petani. Tapi dimana peran pemerintah?, bulog tak menjalankan fungsinya bahkan banyak sekali penyimpanga- penyimpangan di dalamnya sehingga banyak yang dirugikan dan tentunya masyarakat dan petani beras . Jadi jangan disalahkan jika peran swasta begitu besar dan petani lebih memilih mejual hasil pertaniannya kepada swasta dibanding menjual hasil pertaniannya kepada pemerintah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar