Selasa, 06 Juli 2010

Cafe

A cafe (pronounced /ˈkæfeɪ/ or /kæˈfeɪ/), also spelled cafe, may in the United States mean an informal restaurant, offering a range of hot meals and made-to-order sandwiches,while in most other countries it refers to an establishment which focuses on serving coffee, like an American coffeehouse.

A "café" can also refer to a small informal public discussion. These are usually live events, and often focus on starting an open conversation on a particular topic. Examples include science cafes in the US, Café Scientifique in the UK, and Café Society in Chicago.

In most European countries, such as Austria, France, Denmark, Germany, Sweden, Portugal, etc., the term café implies primarily serving coffee, typically complemented by a slice of cake/tart/pie, a "danish pastry", a plain bun, or similar sweet pastry on the side. Many (or most) cafés also serve small meals such as sandwiches. European cafés often have an enclosed or outdoor section extending onto the sidewalk. Some cafés also serve alcoholic beverages.
Iguana Café – Tahlequah, Oklahoma.

In the United Kingdom and Ireland a café (with the acute accent) is similar to those in other European countries, while a cafe (without acute accent) refers to a Greasy spoon style restaurant, where the establishment has a focus on fried or grilled food, in particular breakfast dishes.

In the Netherlands and Belgium, a café is the equivalent of a bar, an establishment selling alcoholic beverages. A coffeeshop, which exists in the former country, is an establishment which sells soft drugs (cannabis and hashish) and is generally not allowed
source:wikipedia

Senin, 05 Juli 2010

Ciri Khas Masakan Indonesia

Masakan Indonesia mencerminkan keanekaragaman masyarakat yang menghuni sekitar 6.000 pulau yang membentuk negara Indonesia. Mungkin sebenarnya tidak ada satu bentuk tunggal "masakan Indonesia", tetapi lebih kepada, keanekaragaman masakan regional yang dipengaruhi secara lokal oleh Kebudayaan Indonesia serta pengaruh asing.

Sepanjang sejarahnya, Indonesia telah terlibat dalam perdagangan dunia berkat lokasi dan sumber daya alamnya. Teknik memasak dan bahan makanan asli Indonesia berkembang dan kemudian dipengaruhi oleh seni kuliner India, Timur Tengah, China, dan akhirnya Eropa. Para pedagang Spanyol dan Portugis membawa berbagai bahan makanan dari benua Amerika jauh sebelum Belanda berhasil menguasai Indonesia. Pulau Maluku yang termahsyur sebagai "Kepulauan Rempah-rempah", juga menyumbangkan tanaman rempah asli Indonesia kepada seni kuliner dunia. Seni kuliner kawasan bagian timur Indonesia mirip dengan seni memasak Polinesia dan Melanesia.

Masakan Sumatera, sebagai contoh, seringkali menampilkan pengaruh Timur Tengah dan India, seperti penggunaan bumbu kari pada hidangan daging dan sayurannya, sementara masakan Jawa berkembang dari teknik memasak asli nusantara. Unsur budaya masakan China dapat dicermati pada beberapa masakan Indonesia. Masakan seperti bakmi, bakso, dan lumpia telah terserap dalam seni masakan Indonesia.

Beberapa jenis hidangan asli Indonesia juga kini dapat ditemukan di beberapa negara Asia. Masakan Indonesia populer seperti sate, rendang, dan sambal juga digemari di Malaysia dan Singapura. Bahan makanan berbahan dasar dari kedelai seperti variasi tahu dan tempe, juga sangat populer. Tempe dianggap sebagai penemuan asli Jawa, adaptasi lokal dari fermentasi kedelai. Jenis lainnya dari makanan fermentasi kedelai adalah oncom, mirip dengan tempe tapi menggunakan jenis jamur yang berbeda, oncom sangat populer di Jawa Barat.

Makanan Indonesia umumnya dimakan dengan menggunakan kombinasi alat makan sendok pada tangan kanan dan garpu pada tangan kiri, meskipun demikian di berbagai tempat (seperti Jawa Barat dan Sumatra Barat) juga lazim didapati makan langsung dengan tangan telanjang. Di restoran atau rumah tangga tertentu lazim menggunakan tangan untuk makan, seperti restaurant seafood, restoran tradisional Sunda dan Padang, atau warung tenda Pecel Lele dan Ayam Goreng khas Jawa Timur. Tempat seperti ini biasanya juga menyajikan kobokan, semangkuk air kran dengan irisan jeruk nipis agar memberikan aroma segar. Semangkuk air ini janganlah diminum; hanya digunakan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan dengan menggunakan tangan telanjang. Menggunakan sumpit untuk makan lazim ditemui di restoran yang menyajikan masakan China yang telah teradaptasi kedalam masakan Indonesia seperti bakmie atau mie ayam dengan pangsit, mie goreng, dan kwetiau goreng (mi pipih goreng, mirip char kway teow).
sumber: wikipedia

Rebus atau Panggang? Pilih Olah Makanan Terkait Gengsi dan Tabu

By: Ratih

Pilihan soal makanan yang direbus atau dipanggang sebenarnya sepele bagi kita. Kita pilih soto dengan potongan daging kecil yang direbus karena kita ingin makan siang dengan menu ini. Lalu kita pilih steak untuk makan malam karena kita terbayang rasa lezat daging has dalam nan empuk yang disajikan dengan saus lada hitam, misalnya. Chinese food atau western food tak masalah. Berbeda dengan masyarakat di ujung sana, di negeri antah berantah pada masa lalu atau masa kini. Pilihan soal makanan yang direbus atau dipanggang menjadi penting karena berkaitan dengan konsep hidup mereka. Soal gengsi dan tabu.

Linguistik mengenal konsep konsonan dan vokal. Konsep ini dikenal pula dalam dunia kuliner. Konsonan bisa diartikan sebagai sesuatu yang tertutup sedangkan vokal berarti terbuka. Segala hal yang berhubungan dengan tata cara masak yang sekiranya tabu, tidak akan dilakukan. Misalnya saja, pilihan antara membakar dan merebus pada suku asli di New Caledonia berkaitan dengan hubungan mereka antara alam dan teknologi. Penggunaan panci dan alat panggang merupakan sebuah gengsi tersendiri. Sebuah bukti peradaban. Teks dari Aristoteles yang ditemukan oleh Salomon Reinach mengindikasikan bahwa orang Yunani dahulu kala selalu memanggang makanan. Suku Poconachi di Meksiko panggang makanan hanya setengah matang karena setengah matang berarti berada di tengah-tengah dunia.
Makanan yang direbus merupakan “endo-cuisine” disediakan untuk kepentingan domestik, kelompok kecil, sedangkan makanan yang dipanggang ialah “exo-cuisine” yang disajikan untuk para tamu. Di Perancis, ayam rebus untuk keluarga sedangkan daging panggang untuk perjamuan tamu.
Pada Suku Guayaki di Paraguay, mereka panggang semua makanan, kecuali saat sebuah ritus kelahiran anak, daging harus direbus. Sedangkan suku Caingang di Brazil melarang daging rebus untuk para janda dan duda atau siapapun yang sudah membunuh musuhnya (Strauss. 1997).

Waduh, serem juga ya Suku Caingang..melibatkan soal bunuh membunuh segala dengan makanan. Pastinya kita disini tidak berhubungan dengan gengsi atau tabu dalam memilih makanan, kecuali tempat makan mana yang kamu pilih. Soal jenis makanan tergantung selera. Beruntunglah kita tidak memiliki aturan baku seperti di masyarakat lainnya yang telah disebutkan tadi. Mau makan apapun tak terkait dengan norma. Jadi nikmati makanan yang jadi pilihan kamu, tentunya dengan pertimbangan rasa, harga dan suasana restoran yang akan didatangi.

Daftar Pustaka:

Levi- Strauss, Claude. 1997. “The Culinary Triangle” dalam Food and Culture. Carole Counihan and Penny van Esterik (Editor). Oxon: Routledge.

Lihat juga: minuman

Minggu, 04 Juli 2010

Marutama Ra-men Restoran khas ramen

Sekarang ini banyak sekali restaurant ramen Jepang yang sukses dan membuka cabang-cabangnya di Indonesia. Marutama Ra-men sebagai restoran yang mengusung produk ramen autentik khas Jepang membuka gerainya yang pertama di Indonesia pada tanggal 27 Mei 2010. Berlokasi di Gedung Sentral Senayan 1 lantai dasar #10 BC Jakarta Selatan, Marutama Ra-men akan segera membuka gerainya yang kedua di eX-Plaza Indonesia. Latar belakang dibukanya Marutama Ra-men yang pertama di Indonesia dikarenakan Henky Rusli sebagai pengusaha restoran tertarik dengan rasa ramen yang khas dari Marutama Ra-men Jepang. Lalu Henky terdorong untuk bekerjasama dengan Tetsuya Kudo, 50, sebagai pemilik sekaligus chef dari Marutama Ra-men di Jepang.

Rasa ramen di Marutama Ra-men memang khas. Menu makanan ramen autentik khas Jepang dengan sup berbahan dasar kaldu ayam dikenal dengan nama Toripaitan. Rasa khas merupakan hasil olahan dari bahan-bahan dengan kualitas terbaik dan membutuhkan pengolahan yang jeli. Menurut Kudo, Toripaitan merupakan satu dari sekian sup yang sulit diolah. Persiapan dan proses memasak sup itu membutuhkan waktu 5 jam setiap harinya.

Selain menu ramen, ada juga toping tambahan (additional topping) dan menu samping (side dish). Salah satu yang paling populer yaitu Tamago merupakan telur bumbu kecap yang terlihat matang diluar, tapi setengah matang di bagian dalam dengan bumbu khusus yang terserap sampai kedalamnya. Para tamu bisa memilih untuk menggunakan daging babi atau daging ayam sebagai toping di Restoran Marutama Ra-men. Restoran Marutama Ra-men juga menyajikan hot pot dengan kuah Toripaitan. Di Jepang, sup ini digemari wanita karena mengandung kolagen yang efektif untuk membuat kulit halus dan lembut.

Maka bersiaplah menikmati ramen di restoran dengan elemen kayu untuk desain interior. Suasana khas Jepang dengan konsep open kitchen. Resto ini menyediakan 3 ruang VIP yang dapat digunakan untuk private gathering atau meeting.

Jumat, 02 Juli 2010

Kategori dan Makanan Minuman

By: Ratih

Makanan terdiri dari berbagai macam roti, menu utama dan cemilan berupa keripik atau makanan ringan lain yang biasa dimakan dalam waktu luang. Soal makan pada dasarnya merupakan kebutuhan . Namun menjadi suatu pola hidup yang mencirikan dari lingkungan sosial seperti apa dia berasal. Layaknya pakaian atau parfum, makanan dengan rasa enak dihargai sebagai sebuah bentuk seni yang mahal. Design yang unik dengan ciptaan baru menjadi nilai plus yang membedakan makanan hanya semata untuk isi perut atau makanan yang disantap dengan penuh gengsi. Cara makan steak atau chinese food di restoran mewah tentunya berbeda dengan makan sate di pinggir jalan, bukan? Makan steak dengan table manner lebih rumit dan memerlukan adaptasi bagi mereka yang tidak dibesarkan dalam keluarga yang biasa makan di meja makan. Makan chinese food dengan sumpit pun perlu latihan bagi mereka yang terbiasa hanya menggunakan tangan kosong saat makan.

Pelatihan soal table manner ini biasa dilakukan di sekolah bagi para calon pejabat negeri ini atau sekolah-sekolah kepribadian. Para bapak dan ibu-ibu yang asli Indonesia ini dilatih di restoran sebuah hotel agar mampu bergaul skala internasional. Pengenalan alat-alat makan, tata cara makan hingga cara memilih menu yang tepat. Gaya memotong steak pun ternyata berbeda-beda. Gaya Eropa dan gaya Amerika. Gaya Eropa memotong daging dari luar garpu sedangkan gaya Amerika dari dalam garpu. Bingung? Langsung praktek saja.

Bagaimana dengan minuman? Setiap gelas yang berbeda bentuk diisi oleh minuman yang berbeda pula. Air putih ada di gelas berkaki dengan bulatan paling besar. Anggur putih atau sampanye di gelas ramping, wine di gelas berbentuk bulat kecil atau sloki, cognac di gelas tanpa kaki. Sedangkan teh ada di dalam cangkir. Kopi di dalam mug. Fungsi gelas yang berbeda tak menjadi halangan bagi kita untuk minum apapun dari bentuk gelas yang berbeda-beda. Nampaknya kita memang belum terbiasa dengan kategori-kategori. Segala hal campur baur menjadi satu fungsi.

yang termasuk lezat tetapi tidak sehat

Makanan bisa sangat baik membantu tubuh untuk menghasilkan energi dan tenaga. Tapi berbagai penyakit degeneratif justru disebabkan oleh makanan dan bisa mengancam nyawa. Makanan apa saja yang dapat 'membunuh'?

Seperti dilansir dari FoxNews, Kamis (1/7/2010), berikut 7 makanan lezat tapi tak baik bagi tubuh karena kadar lemaknya yang tinggi bisa membunuh secara perlahan, yaitu:

1. Outback Steakhouse Chocolate Thunder
Makanan ini termasuk golongan makanan pencuci mulut (dessert) yang kita temukan di restaurant yang mengandung 1.911 kalori, 88 gr lemak jenuh dan 135 gr karbohidrat. Dessert berbahaya ini berisikan cokelat berkalori tinggi, dengan kalori lebih besar daripada makanan berat. Anda harus menaiki tangga selama 3 jam untuk dapat membakar kalori tersebut.

2. Mexican Grilled Chicken Burrito
Ayam panggang ini mengandung 1.179 kalori, 7 gr lemak dan 2.656 mg natrium. Salah satu restoran yang membuatnya berusaha membuat reputasi makanan sehat dengan bahan makanan yang sehat dan sehat. Tapi makanan-makanan tersebut justru membuat lingar pinggang orang semakin besar. Anda membutuh 16,4 jam untuk membakar kalori dari makanan tersebut.

3. Grilled Cheese BurgerMelt
Burger ini mengandung 1.160 kalori, 83 gr lemak dan 80 persen asupan natrium harian yang direkomendasikan. Grilled Cheese BurgerMelt terdiri dari patty (sejenis kue pastel) Black Angus dengan selada, tomat, dan mayones dan diapit oleh dua sandwich berukuran penuh dan keju panggang. Mungkin terlihat sangat menggiurkan, tapi Anda harus jogging selama 2 jam untuk membakar semua kalori tersebut.

4. Double Down Sandwich
Sandwich ini mengandung 540 kalori, 32 gr lemak dan 1.380 mg natrium. Dengan bacon (daging babi yang di asap atau di asin), keju, saus Colonel dan dua dada ayam goreng, tentunya makanan ini dapat membuat Anda meneteskan air liur. Tapi berhati-hatilah, Anda harus menghabiskan waktu satu jam lebih untuk berolahraga demi membakar semua kalorinya.

5. Chicago Classic Deep Dish Pizza
Pizza ini mengandung 2.310 kalori, 162 gr lemak dan 4.470 mg natrium. Makanan ini jelas tak sehat, terlebih lagi Anda bila meminum soda setelah makan natrium dan makanan berminyak berlemak ini. Anda harus melakukan olahraga selama lebih dari tiga jam setelah makan makanan ini.

6. PB & C Shake
Milkshake ini mengandung 2.010 kalori, 13 gr lemak, 880 mg natrium dan 153 gr gula. Hanya dengan minum kalori dari milkshake ini, Anda harus mencuci piring selama 13 jam agar berkeringat dan membakar semua kalori Anda.

7. Appetizer Sampler Platter
Makanan pembuka ini mengandung 2510 kalori, 168 gr lemak dan 6660 mg natrium. Walaupun hanya makanan pembuka, tapi setiap gigitannya adalah kalori. Anda harus menghabiskan waktu selama 4 jam untuk membakar kalori dari hidangan ini
sumber: detik health

lihat juga : Cafe

Kamis, 01 Juli 2010

Kroket Udang

Pendamping Chinese Food

Bahan

½ kg udang, dikupas

150 g margarine

100 g bawang bombay, dicincang halus

200 g tepung terigu

2 maggi blok dilarutkan dalam 500 cc air panas

1 sendok the merica halus

garam

100 g keju parut

2 kuning telur

100 g keju parut

2 kuning telur

100 g tepung roti

2 butir telur, dikocok

minyak goreng



Cara membuat

  • Rebus udang kemudian cincang halus

  • Panaskan margarine, tumis bawang bombay sampai baunya harum. Masukkan tepung terigu dan ¼ bagian air larutan maggie. Tunggu sampai mendidih, baru diaduk. Setelah itu masukkan setiap kali 125 cc air maggi, tunggu sampai mendidih, lalu diaduk. Tambahkan merica, garam, keju, dan kuning telur. Aduk sampai rata. Bila adonan bergelembung, tandanya sudah matang, angkat.

  • Tunggu sampai dingin, dan bentuk adonan ini bulat-bulat sebesar baso dengan garis tengah 2 cm. Gulingkan kroket dalam tepung roti, celup dalam telur kocok, lalu gulingkan kembali dalam tepung roti.

  • Goreng sebentar dalam minyak panas sampai warnanya kuning.

Catatan:

Agar kroket tidak pecah waktu digoreng, minyak harus panas betul dan kroket harus terendam minyak.

Sumber: Buku resep Femina tahun 1990-an

Lihat: minuman